Pengalaman berharga: perjalanan Heni Buana Sejati dari pendengar jadi penyiar.

Hai, Sobat Pro.

Kali ini ada Heni Buana Sejati yang ingin berbagi pengalaman selama menjadi pendengar, dan kini telah bergabung menjadi penyiar di Prombes Radio.
Kisah mengambil sudut orang pertama, yakni Heni Buana Sejati secara pribadi.
Yuk, ikuti kisahnya!

Awalnya aku mengenal Prombes Radio dari grup Telegram. Saat itu namanya masih “Pimbes”, lalu kemudian berubah menjadi Prombes Radio. Pada tahun 2023, aku mendapat info soal lomba menyanyi lagu wajib untuk menyambut HUT RI dan mendapatkan tawaran masuk ke grup “Sobat Prombes Radio” setelah mengirimkan audio bernyanyi.
Setelah masuk, dalam pikiran aku hanya ingin menunggu pengumuman pemenang, kali aja aku jadi juara. Tidak disangka, procar Prombes pertama yang aku dengar MP3 (Musik Paten Pilihan Pendengar) karena kebetulan pengumumannya dibacakan di acara tersebut. Tetapi saat itu aku belum beruntung. Yah, tapi aku ikhlaskan, mungkin belum rezeki.
Nah, setelah pengumuman selesai, aku kira tidak akan bertahan lama di grup Sobat Pro. Tetapi saat aku lihat daftar peserta, eh ternyata ada beberapa yang aku kenal: Master Kiboy, Ismi, dan Sandi Maulana. Bukan hanya itu, pada hari pengumuman, sejak siang aku memang sudah melihat beberapa broadcast procar lain yang juga bagus-bagus banget.
Setelah pengumuman selesai, aku masih mencoba bertahan. Semakin hari, semakin aku memperhatikan grup Sobat Pro, ternyata memang benar, acaranya bagus-bagus banget karena nama acaranya disesuaikan dengan waktunya. Akhirnya aku jadi kecanduan sampai malam, hingga bertemu dengan acara “Sapa Malam”.
Pertama, Sapa Malam Lagu Dangdut yang kala itu penyiarnya Ahmad Hariyanto. Lalu aku mencoba lagi mendengarkan Sapa Malam Tembang Kenangan yang saat itu penyiarnya Ostam Surya.
Yang tadinya hanya rasa penasaran, lama-lama jadi semakin kecanduan. Hingga akhirnya aku bahkan sering ketiduran dalam kondisi radio masih menyala, tapi sudah tanpa suara karena acaranya sudah selesai, hahaha.
Seiring berjalannya waktu, setelah beberapa bulan tetap setia di grup Sobat Pro, akhirnya ada lagi informasi lomba nyanyi jingle Prombes Radio dan lagu ulang tahun. Nah, aku ikut lagi, kali aja ini keberuntunganku. Dan ternyata benar, aku dapat juara! Walaupun hanya juara harapan, tetapi tetap senang bisa mengikuti kegiatan Prombes Radio.
Pada pertengahan 2024, banyak banget yang bilang, “Kenapa Heni nggak coba aja jadi penyiar?”
Aku jawab singkat saja bahwa aku belum berminat dan takut banyak melakukan kesalahan yang bisa fatal. Tawaran itu datang berkali-kali, tapi tidak digubris. Saat itu, aku juga tidak tahu kalau ada yang diam-diam memperhatikan suaraku saat chatting di grup Sobat Pro.
Akhirnya aku perlahan luluh dan mulai muncul keinginan untuk mencoba menjadi penyiar radio. Itu terjadi karena sebelumnya aku mengalami tragedi yang cukup dahsyat. Sebelum menjadi penyiar, aku sempat mengalami gangguan mental setelah menonton film horor “Vina Sebelum 7 Hari”. Berhari-hari aku hidup dalam ketakutan sampai akhirnya aku nekat sering curhat di Sobat Pro setiap kali request lagu.
Aku kemudian bertemu dengan acara “Sweet Memories” yang saat itu penyiarnya Master Kiboy. Sempat bingung mau request lagu apa, tetapi akhirnya aku memilih lagu Belanda/Jerman: Peter Maffay – “Du”. Setelah lagu itu diputar, aku jadi sedikit tenang.
Namun rasa takut itu masih suka datang. Sampai akhirnya aku bertemu dengan Sapa Malam Lagu Barat yang waktu itu penyiarnya Ostam Surya. Dan tak disangka, ada lagu barat bagus banget yang diputar: Gareth Gates – “Stupid Mistake (Anyone of Us)”. Lagu itu membuatku semakin tenang.
Sampai akhirnya aku berani mengatakan bahwa obat psikis aku ada dua: Master Kiboy dan Ostam Surya.
Lalu aku memutuskan menjadi penyiar Prombes, daripada setiap hari hidup dalam ketakutan. Dengan siaran, pikiranku teralihkan, fokus pada procar apa yang ingin diambil, jam berapa, dan sebagainya.
Akhirnya aku diterima sebagai penyiar. Aku juga lancar menggunakan aplikasi Broadcast My Self. Perlahan pikiranku pulih, dan bayang-bayang menyeramkan itu hilang karena aku sering ambil procar dan ikut nimbrung di studio.
Pada tahun 2025, aku sempat mengalami hal serupa setelah mendengar cerita di YouTube tentang pasangan suami istri yang baru menikah, tetapi sang suami ternyata manusia ular di pedalaman Kalimantan. Setelah mendengar cerita itu, aku kembali merasa ketakutan. Tapi akhirnya aku menemukan lagu yang cocok untuk menenangkan diri, yaitu George Baker – “If You Understand”. Saking takutnya, lagu itu diputar berkali-kali sampai aku akhirnya tenang.
Dan sampai sekarang aku masih diberi anugerah untuk menjalani hari-hari dan tetap bertahan di Prombes Radio.

Leave a Comment